Selasa, 09 Maret 2010

Bergesernya Arti Tuhan

Bergesernya Arti Tuhan
By:A

Just have fun!
I Wanna be it!
I cant close my eyes if I see it!
Itukah kita sebagai manusia ciptaan Tuhan? Kita punya kelebihan yang tidak dimiliki mahluk lain namun manusia tetaplah manusia walaupun ejaannya di ubah.

Semakin lama usia ilmu tekhologi semakin turun pula fungsi manusia sebagai mahluk yang bagaikan umur bunga mawar serta semakin kabur pula Tuhan dalam pandangan kita. Tuhan bukan lagi sembahan tempat mencurahkan segala isi hati, bukan sebuah buku untuk dibaca, bukan sebuah air untuk diminum juga bukan sebuah lukisan untuk dipandang.
Teknologi menggeser segalanya dan yang lebih parah Teknologi telah menjadi Tuhan. Tuhan yang tidak pantas disembah bahkan dilihatpun kita seharusnya menjadi mati. Entah kita yang buta atau kita memang sudah buta. Buta bukan alasan kita untuk menyerah, kita ini ibarat bunga kaktus, semakin tandus semakin hidup subur. Seharusnya kita seperti itu. Itulah kehendak Tuhan.
Lembaran-lembaran catatan hidup tidak kita tuangkan dalam lembaran ayat-ayat Tuhan melainkan dalam dunia yang kita sendiri tak mengenalnya. Dunia yang mungkin akan membuat kita menjadi arang dalam air, air yang baunya busuk. Apa gunanya Tuhan jika yang kita lakukan seperti itu? Apakah Tuhan hanya sair lagu seperti layaknya dongeng? Apa Tuhan hanya sebuah cerita tak terkutuk? Atau Tuhan itu apa? Tuhan adalah tempat kita berbagi segala suka dan duka yang kita alami sebelum kita menjadi tua, karena tua tidaklah terlalu buruk jika kau ingat alternative lainnya, mati.
Kita lebih memilih pada yang maya daripada yang nyata. Tuhan itu nyata, tak ada sangkalan tentang itu. Namun yang patut disangkal adalah jika kita lupa pada Tuhan dan melupakan fungsi adanya Tuhan. Apakah sesuatu yang tidak nyata itu patut kita ikuti bagaikan aliran air? Air saja menyuburkan tanah, tapi tidak dengan sesuatu yang bersifat maya.
Apakah kita patut menghormati orang yang kita hormati maupun kita idolakan dengan cara yang berlebihan sehingga kita lupa pada Tuhan. Apakah mereka Tuhan yang bisa memberikan oksigen pada paru-paru kita? Apakah mereka Tuhan yang mampu mengalirkan darah dalam nadi kita?
Pejamkan mata dan renungkanlah ...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar